Posts

Showing posts from 2015

Doa Pagi Ini. Desember, 22.

Untuk lelaki yang ada di benakku, detik ini. Ialah kamu yang kuharap bisa mewujudkan mimpi yang aku harap. Bisa menjadi pengganti kedua orang tuaku untuk bisa berlibur bersamaku. Tentu saja sebagai kita yang sudah sah menjadi kita. Kita yang sudah diakui dunia. Semoga kau, yang terus ada di doaku, yang juga bisa mewujudkan mimpiku. Jangan lupa sisihkan uang untuk liburan kita, kelak, ya. Dengan cinta dan harap, aku yang selalu bangga menjadi sayap kecilmu, Humayra. 
Dimana bahagianya? Iya.  Sudah dituruti semua keinginanmu. Lalu, mana bahagiaku? Aku turuti semua inginmu, untuk membuatmu bahagia, bukan? Lalu, dimana bahagiaku?
Apakah cinta bisa berhenti? Bila bisa, apa penyebabnya? Orang yang mencintaimu bersama orang lain? Dia tidak memiliki perasaan yang sama? Atau ada hal lainnya? Bila cinta itu bisa berhenti, apakah semua orang akan berhenti mencintai?
Aku tertidur dengan air mata. Lalu bangun di pagi hari dengan mata sembab. Sedangkan kau, tidur dengan tawa lepas. Terbangun dengan mata yang basah.
Lalu, mengapa terlintas dipikiranmu untuk pergi? Karena kau mampu merusak semangatku. 

Laporan BIMBEL - TFI Binus University.

Image
Pemilik Laporan: Mararizha Humayra — 1801395972 Halo, ini adalah laporan dari mengajar bimbel pertama kami (DICARI TEAM) Nama Grup : DICARI TEAM Nama Ketua : Mararizha Humayra -  1801395972 Nama Sekretaris : Jefri - Nama Bendahara : Dwi Puspa Ningrum Nama Anggota : Denize Reuziqa Hari & tanggal : Jumat, 22 Mei 2015 Kegiatan yang dilakukan : Menajar Bimbel Nama lokasi / alamat kegiatan : Pos Belajar Dutasia Sitanala Hasil dari mengajar pada hari itu: Ini adalah hari terakhir kami mengajar. Sedih karena mereka sangat antusias bahkan sampai meminta kami untuk terus mengajar setiap hari. Rasanya memiliki pengalaman baru yang begitu berarti seperti ini jarang sekali didapat. Semoga kami punya kesempatan kembali untuk mengajar mereka.

Laporan BIMBEL — TFI Binus University.

Image
Pemilik Laporan: Mararizha Humayra — 1801395972 Halo, ini adalah laporan dari mengajar bimbel pertama kami (DICARI TEAM) Nama Grup : DICARI TEAM Nama Ketua : Mararizha Humayra -  1801395972 Nama Sekretaris : Jefri - Nama Bendahara : Dwi Puspa Ningrum Nama Anggota : Denize Reuziqa Hari & tanggal : Jumat, 17 Mei 2015 Kegiatan yang dilakukan : Menajar Bimbel Nama lokasi / alamat kegiatan : Pos Belajar Dutasia Sitanala Hasil dari mengajar pada hari itu: Di kesempatan ketiga kali ini, saya sangat bahagia dan merasa senang karena anak-anak yang biasa diajar dengan saya, mereka mencari disaat saya tidak datang. Pada saat itu, mereka sangat antusias melihat saya yang datang. Mereka langsung meminta untuk diajarkan. Mereka sangat baik dan sangat cerdas. Mereka bisa memberi tahu pelajaran apa yang mereka butuhkan. Semoga apa yang saya bagikan dapat bermanfaat untuk mereka kedepannya. Nilai Pancasila yang Diambil: • Manusia belajar dari manusia lainnya. Karena bila kita tidak melihat oran...

Laporan BIMBEL — TFI Binus University.

Image
Pemilik laporan: Mararizha Humayra — 1801395972 Laporan Mengajar Bimbel Tim DICARI. Nama Grup : DICARI TEAM Nama Ketua : Mararizha Humayra -  1801395972 Nama Sekretaris : Jefri - Nama Bendahara : Dwi Puspa Ningrum Nama Anggota : Denize Reuziqa Hari & tanggal : Kamis, 17 April 2015 Kegiatan yang dilakukan : Menajar Bimbel Nama lokasi / alamat kegiatan : Pos Belajar Dutasia Sitanala Hasil dari mengajar pada hari itu: Pada kesempatan kedua mengajar kali ini, saya pribadi sudah lebih nyaman dengan situasi dan kondisi. Lalu, saya sudah mulai akrab dengan salah satu anak di Pos Belajar Dutasia Sitanala ini. Nama anak ini adalah Vikri. Anak kelas 2 SD yang sudah mulai akrab dengan saya. Disitu saya merasa sangat nyaman dan bahagia. Karena merasa dibutuhkan oleh Vikri. Nilai Pancasila yang Diambil: Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Laporan BIMBEL — TFI Binus University

Image
Halo, ini adalah laporan dari mengajar bimbel pertama kami (DICARI TEAM) Nama Grup : DICARI TEAM Nama Ketua : Mararizha Humayra -  1801395972 Nama Sekretaris : Jefri - Nama Bendahara : Dwi Puspa Ningrum Nama Anggota : Denize Reuziqa Hari & tanggal : Kamis, 26 Maret 2015 Kegiatan yang dilakukan : Menajar Bimbel Nama lokasi / alamat kegiatan : Pos Belajar Dutasia Sitanala Hasil dari mengajar pada hari itu:  Pada kesempatan pertama kali mengajar di sitanala, saya pribadi merasa kaget pada awalnya. Karena belum terbiasa dan belum beradaptasi dengan baik. Namun, sambutan dari mereka yang sangat terbuka dan ceria membuat saya yakin bahwa saya dapat mengajar mereka dengan baik. Pada akhirnya hari pertama pun berjalan dengan sangat baik.  Nilai pancasila yang diambil: Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. • Bahwa nyatanya setiap manusia mendapatkan hak nya masing-masing. Dan semua mendapatkan hak yang sama. Sekian laporan hari pertama kegiatan Bimbel yang dilakukan o...
Suaramu itu obat dari segala penyakit di tubuhku. Bila kau tidak percaya, ya sudah. Aku tetap mencintai suaramu. Yang selalu menjadi obat diatas segala penyakitku. Kalau begitu, bolehkah kau menjadi milikku selamanya? 
“Muka kamu jajarangenjang aja aku sayang.” -Cielo.
Kalau kamu pikir mencintai itu mudah. Kamu salah besar. Mencintai itu bukan mulut yang pandai berkata-kata. Namun hati yang sudah menetap.

Sehalus Itu.

Kalau bagimu mencintai itu harus terus menerus diucap, setiap saat, bahkan sampai mulutmu lelah, mungkin kau salah. Senin, 27 April 2015. Kapan kamu akan berhenti mencari? Mencari apa? Cinta? Ya? Kapan? Disaat aku sudah menemukan yang melengkapi. Bukan hanya terus menerus mengucap kata cinta tanpa lelah dan tanpa henti. Mengapa demikian? Kamu pasti tidak sadar, ada yang memahami dan mengerti bagaimana dirimu. Bagaimana kau melewati harimu yang bahagia, harimu yang kelabu. Kamu tidak sadar. Disaat kamu bahagia, kamu akan terus tebarkan senyum terbaikmu sepanjang hari, tanpa memikirkan orang disekitarmu. Begitu pula bila harimu terlihat buruk, kamu akan selalu sibuk dengan duniamu sendiri, memikirkan segala hal yang ada dibenakmu, hingga kau lupa bahwa kau harus tetap tersenyum. Lalu? Apalagi? Pasti ada seseorang yang mengetahui bagaimana kamu akan tertidur pulas. Mungkin kamu mencuci kaki dan tangan. Atau mungkin kamu harus tertidur di ruangan gelap. Namun, ada yang mengetahui ...
"Kalo aku bilang bisa, ya pasti bisa." - Cielo.
"Kamu lagi motong daging steak dengan susah payah aja, masih cantik." -Cielo.

Tidak Sadar

Kau mungkin tidak sadar. Tidak menyadarinya juga.  Entah kau terlalu sibuk dengan hidupmu, urusanmu, atau bahkan dengan kesedihanmu? Karena aku begitu. Aku terlalu sibuk memperhatikanmu. Memikirkan apa yang harus aku lakukan. Namun, ternyata kau juga begitu. Suatu kala aku berada dalam amarah yang terlalu tinggi. Sangat tinggi, mungkin. Karena aku tidak bisa mendapatkan keinginanku. Aku ambisius, namun keinginanmu kadang lebih penting dari apapun. Lalu, aku kehabisan kata-kata. Aku terlalu lumpuh untuk marah. Untuk berkata apapun. Aku sedih. Sampai akhirnya hanya kata-kata kasar yang tersampaikan dengan sendirinya. Kamu hanya diam. Mengapa? Aku bingung. Mengapa kamu hanya diam? Membaca semua isi pesanku yang tidak pantas dibaca. Kata-katanya terlalu kotor. Apakah kau tidak marah? Kau tidak ingin membalas? Semakin kau diam semakin aku tidak berhenti pula. Aku terus menghujatmu dengan berbagai kata. Dan kamu tetap diam. Hingga akhirnya. Telepon berdering. Sudah kuduga. Dengan amarah ...

Layaknya Burung akan Kembali ke Sangkar

Percaya akan itu? Burung kecil yang baru menetas, ia belajar terbang dengan perlahan. Ditemani ibu disampingnya, seakan memberi cinta yang hangat untuknya. Sampai akhirnya, burung kecil itu terbang dan tumbuh besar. Sampai sang ibu tidak tahu kemana perginya sang buah hati. Burung yang terbang di siang hari. Tidak memiliki tujuan, hanya mencari ranting yang dapat disinggahi. Lalu ia berhenti, berhenti untuk berteduh, dibawah daun yang rindang, menutup sinar matahari yang terik. Sang Mulia sudah rencanakan ini semua, agar semuanya terlihat indah. Namun, kamu tahu, bukan? Pada malam hari, burung kecil itu akan kembali ke sarangnya. Untuk bermalam dan tinggal menetap. Bukan di ranting yang ia singgahi di siang hari untuk sesaat. Percaya atau tidak, itu urusanmu. Aku percaya, apa yang ditakdirkan untukmu, akan terus mencari jalan, mencari celah dan kesempatan, hanya untuk satu tujuan. Yaitu, kembali. Sejauh apapun perjalananmu, sesulit apa rintanganmu. Perjalanan tidak mungkin selalu bahag...

Aku Tidak Punya Apapun, Kecuali Sang Mulia.

Aku tidak punya apapun. Hanya Sang Mulia yang mau mendengar semua ocehanku. Keluhanku tentang sakitnya hati ini, air mata yang tak kunjung berhenti hanya untuk mengharapkan semua kembali, mata yang tak ingin terlelap karena masih menantikan harapan. Aku ingin kau kembali. Namun bukan dengan keadaanmu yang begini. Keadaanmu harus kau ganti. Hanya untukku. Ya, mengapa? Kau tidak terima? Berapa lama aku menerima semua keinginanmu hanya untuk tetap berada dibelakangmu? Sekarang? Aku hanya ingin satu hal dan kau tidak mau melakukannya? Yang Mulia, apakah aku bisa melihatnya kembali sedekat ranting dan daun hidup bersama? Menghirup wangi tubuhnya yang segar, bagaikan bunga ditaman bunga? Berada disela jarinya seperti anak ayam yang tidak ingin lepas dari ibunya? Merasakan cintanya yang murni semurni air yang mengalir di pegunungan. Jika harus aku melihatnya bahagia dan bukan aku alasannya. Aku mohon beri kesempatan untuk dia membahagiakan ku, sekali saja. Sebelum tubuh dan jiwanya dimiliki w...

Seperti Langit Yang Tidak Secerah Seharusnya

Sudah berapa lama kau seperti ini, wahai langit? Warnamu tidak secerah biasanya. Sedang bersedih kah, kamu? Mungkin, iya. Namun, jikalah tidak, kembalilah seperti biasa. Menyinari apa yang seharusnya kau sinari. Dan lindungi mereka sebagaimana mestinya. Jangan terus kau timpa dengan jutaan tumpahan air yang kau hasilkan.. Itu bukan memperbaiki hariku, namun kau turut membasahi tangan dan jejak langkahku. Seiring air mata ini membasahi pipi hingga leherku. Dinginnya merasuk ke dalam tubuh hingga darah terasa mengalir lebih cepat. Jika aku merindukanmu, maukah kamu kembali melindungiku? Walau tak seindah semestinya, namun.. Maukah kamu?  -Cielo's little wing.

Kenapa aku diberi rasa bahagia, lagi?

Aku belajar membencimu. Sudah kubilang, bukan? Malah sampai kunyatakan aku berhasil membencimu.. Namun, ternyata.. Sang Mulia mengujiku, kembali. Diatas pertemuan yang tidak direncanakan, pertemuan singkat yang tidak sengaja namun berhasil manis, kebahagiaanku mencuat. Walau diatas sakit dan air mata, yang tertimbun sejak lama. Mengapa kau tetap disini? Tidak ingin berlari saja? Melompat jauh kedepan bahkan kalau bisa menghilang. Mengapa tidak seperti itu saja? Agar tidak ada lagi cara untuk aku merasakan kebahagiaan walau setitik. Usahamu saat ini terlihat, terima kasih. Aku terenyuh, kau tau aku sangat mudah untuk itu. Ya, aku lemah akan senyum dan wangi tubuhmu. Wangi khas yang selalu menempel di setiap kulitku setelah sedetik kau memeluk. Energimu masih sama. Setidaknya kau tidak berubah. Apa yang harus aku katakan kalau kau lah tempatku membuang semua rasa? Mengulang cerita hidup dengan seorang yang baru tidaklah mudah.. Tidak semudah kita mengatakannya.. Dan aku salah satu wanita...