Sehalus Itu.
Kalau bagimu mencintai itu harus terus menerus diucap, setiap saat, bahkan sampai mulutmu lelah, mungkin kau salah.
Senin, 27 April 2015.
Kapan kamu akan berhenti mencari?
Mencari apa? Cinta?
Ya? Kapan?
Senin, 27 April 2015.
Kapan kamu akan berhenti mencari?
Mencari apa? Cinta?
Ya? Kapan?
Disaat aku sudah menemukan yang melengkapi. Bukan hanya terus menerus mengucap kata cinta tanpa lelah dan tanpa henti. Mengapa demikian? Kamu pasti tidak sadar, ada yang memahami dan mengerti bagaimana dirimu. Bagaimana kau melewati harimu yang bahagia, harimu yang kelabu. Kamu tidak sadar. Disaat kamu bahagia, kamu akan terus tebarkan senyum terbaikmu sepanjang hari, tanpa memikirkan orang disekitarmu. Begitu pula bila harimu terlihat buruk, kamu akan selalu sibuk dengan duniamu sendiri, memikirkan segala hal yang ada dibenakmu, hingga kau lupa bahwa kau harus tetap tersenyum. Lalu? Apalagi? Pasti ada seseorang yang mengetahui bagaimana kamu akan tertidur pulas. Mungkin kamu mencuci kaki dan tangan. Atau mungkin kamu harus tertidur di ruangan gelap. Namun, ada yang mengetahui bahwa kamu bisa tertidur bila ditemani suara riuh televisi yang tetap menyala. Lalu, bagaimana bila kamu terbangun di pagi hari? Dia yang mengerti bagaimana dirimu, mengetahui bahwa kamu selalu bangun dipagi hari. Selelah apapun kamu dimalam sebelumnya.
Mungkin kamu tidak sadar. Ah, kamu belum percaya juga?
Disaat kamu marah, apa yang kamu lakukan?
Dirinya yang mengerti kamu, akan bisa membedakan mana dirimu yang sebenarnya. Bila kau marah dan kau sibuk mengucap kata-kata kotor, dia tau itu bukan dirimu. Namun, disaat kamu menangis terisak hingga sulit bernafas, dirinya tau, itulah kamu yang sebenarnya disaat marah.
Mencintai semulia itu. Semanis dan sehalus itu. Tidak usah susah payah mengucap kata cinta setiaap saat agar dia mengetahui kamu mencintainya. Karena bagaimanapun, pada akhirnya dicari yang melengkapi, bukan yang sibuk berjanji.
- Cielo's little wing.
Comments
Post a Comment