Layaknya Burung akan Kembali ke Sangkar

Percaya akan itu?
Burung kecil yang baru menetas, ia belajar terbang dengan perlahan. Ditemani ibu disampingnya, seakan memberi cinta yang hangat untuknya. Sampai akhirnya, burung kecil itu terbang dan tumbuh besar. Sampai sang ibu tidak tahu kemana perginya sang buah hati.

Burung yang terbang di siang hari. Tidak memiliki tujuan, hanya mencari ranting yang dapat disinggahi. Lalu ia berhenti, berhenti untuk berteduh, dibawah daun yang rindang, menutup sinar matahari yang terik. Sang Mulia sudah rencanakan ini semua, agar semuanya terlihat indah. Namun, kamu tahu, bukan? Pada malam hari, burung kecil itu akan kembali ke sarangnya. Untuk bermalam dan tinggal menetap. Bukan di ranting yang ia singgahi di siang hari untuk sesaat.

Percaya atau tidak, itu urusanmu. Aku percaya, apa yang ditakdirkan untukmu, akan terus mencari jalan, mencari celah dan kesempatan, hanya untuk satu tujuan. Yaitu, kembali. Sejauh apapun perjalananmu, sesulit apa rintanganmu. Perjalanan tidak mungkin selalu bahagia, mustahil bila iya. Karena kau harus merasakan segalanya. Manis, asam, asin, pahit dari segala hal yang kau tempuh, segala keputusan yang kau ambil dan segala sesuatu yang kau pilih. 

Sang Mulia selalu punya rencana. Termasuk membuatmu kembali. Apapun rencanaNya, terima kasih. Aku bahagia sekali? Bukan kepalang. Kesedihan selalu dibalas dengan kebahagiaan. Begitu pula kebahagiaan bisa dengan tangisan. Apapun ceritanya, apapun yang sudah dipasrahkan, sekarang mendapat jawaban. 

--- Cielo's little wing, and always be.

Comments