Posts

Showing posts from March, 2015

Tidak Sadar

Kau mungkin tidak sadar. Tidak menyadarinya juga.  Entah kau terlalu sibuk dengan hidupmu, urusanmu, atau bahkan dengan kesedihanmu? Karena aku begitu. Aku terlalu sibuk memperhatikanmu. Memikirkan apa yang harus aku lakukan. Namun, ternyata kau juga begitu. Suatu kala aku berada dalam amarah yang terlalu tinggi. Sangat tinggi, mungkin. Karena aku tidak bisa mendapatkan keinginanku. Aku ambisius, namun keinginanmu kadang lebih penting dari apapun. Lalu, aku kehabisan kata-kata. Aku terlalu lumpuh untuk marah. Untuk berkata apapun. Aku sedih. Sampai akhirnya hanya kata-kata kasar yang tersampaikan dengan sendirinya. Kamu hanya diam. Mengapa? Aku bingung. Mengapa kamu hanya diam? Membaca semua isi pesanku yang tidak pantas dibaca. Kata-katanya terlalu kotor. Apakah kau tidak marah? Kau tidak ingin membalas? Semakin kau diam semakin aku tidak berhenti pula. Aku terus menghujatmu dengan berbagai kata. Dan kamu tetap diam. Hingga akhirnya. Telepon berdering. Sudah kuduga. Dengan amarah ...

Layaknya Burung akan Kembali ke Sangkar

Percaya akan itu? Burung kecil yang baru menetas, ia belajar terbang dengan perlahan. Ditemani ibu disampingnya, seakan memberi cinta yang hangat untuknya. Sampai akhirnya, burung kecil itu terbang dan tumbuh besar. Sampai sang ibu tidak tahu kemana perginya sang buah hati. Burung yang terbang di siang hari. Tidak memiliki tujuan, hanya mencari ranting yang dapat disinggahi. Lalu ia berhenti, berhenti untuk berteduh, dibawah daun yang rindang, menutup sinar matahari yang terik. Sang Mulia sudah rencanakan ini semua, agar semuanya terlihat indah. Namun, kamu tahu, bukan? Pada malam hari, burung kecil itu akan kembali ke sarangnya. Untuk bermalam dan tinggal menetap. Bukan di ranting yang ia singgahi di siang hari untuk sesaat. Percaya atau tidak, itu urusanmu. Aku percaya, apa yang ditakdirkan untukmu, akan terus mencari jalan, mencari celah dan kesempatan, hanya untuk satu tujuan. Yaitu, kembali. Sejauh apapun perjalananmu, sesulit apa rintanganmu. Perjalanan tidak mungkin selalu bahag...