Tidak Sadar
Kau mungkin tidak sadar. Tidak menyadarinya juga. Entah kau terlalu sibuk dengan hidupmu, urusanmu, atau bahkan dengan kesedihanmu? Karena aku begitu. Aku terlalu sibuk memperhatikanmu. Memikirkan apa yang harus aku lakukan. Namun, ternyata kau juga begitu. Suatu kala aku berada dalam amarah yang terlalu tinggi. Sangat tinggi, mungkin. Karena aku tidak bisa mendapatkan keinginanku. Aku ambisius, namun keinginanmu kadang lebih penting dari apapun. Lalu, aku kehabisan kata-kata. Aku terlalu lumpuh untuk marah. Untuk berkata apapun. Aku sedih. Sampai akhirnya hanya kata-kata kasar yang tersampaikan dengan sendirinya. Kamu hanya diam. Mengapa? Aku bingung. Mengapa kamu hanya diam? Membaca semua isi pesanku yang tidak pantas dibaca. Kata-katanya terlalu kotor. Apakah kau tidak marah? Kau tidak ingin membalas? Semakin kau diam semakin aku tidak berhenti pula. Aku terus menghujatmu dengan berbagai kata. Dan kamu tetap diam. Hingga akhirnya. Telepon berdering. Sudah kuduga. Dengan amarah ...