Bahagia pun Sebuah Masalah

Saya yakin setiap manusia dilahirkan untuk berjuang. 
Berjuang atas apa yang ada di dalam hidupnya. Bukan hanya masalah, namun kebahagiaan pun menjadi hal yang harus diperjuangkan. Bahkan terkadang, bahagia pun adalah sebuah masalah. 
Saya mungkin lebih muda dibanding teman di sebelah saya. Lebih muda dibanding laki-laki di hadapan saya. Bahkan lebih muda pula dibandingkan orang-orang yang ada di hidup saya setiap harinya. 
Kalian berpikiran bahwa apa yang saya lalui tidaklah seberat apa yang ada di hidup kalian. Mungkin kalian berpikir bahwa saya wanita paling bahagia hidupnya, dengan apa yang saya punya dan saya lalui. Begitu juga dengan apa yang saya lakukan setiap harinya. 

Namun, saya percaya satu hal. Bahwa titik beratnya masalah seseorang sama besarnya. Sama. Tidak ada yang beda. Hanya bentuk masalahnya saja yang berbeda. Hanya bentuk masalahnya saja. Hanya. Bentuknya. Lalu orang di sekitarmu akan beranggapan masalahmu tidak berat, padahal di tubuhmu masalah itu bagaikan bom yang tidak enggan habis ledakannya. Merusak, menghancurkan tanpa dapat mengembalikanmu seperti dulu. Kemudian lagi, mereka beranggapan masalah mereka paling berat, lebih berat dibandingkan apa yang kau rasakan. Begitu lah, manusia. Begitu lah mereka. Begitu, lah.

Saya berdiri atas diri saya sendiri.
Atas masalah yang ada di hidup saya. Atas apa yang saya rasakan disaat mereka tidak tahu seperti apa rasanya. Saya berterima kasih dan bersyukur. Tuhan menitipkan ini semua dan Tuhan memberikannya sekarang. Saya lebih dulu merasakannya. Saya jauh lebih dulu. Dibandingkan dengan mereka. 

Comments