15. Mencintai?
Sore ini, ditemani "Thinking Of You" -nya Katy Perry.. Lagu yang kata banyak orang adalah lagu Modus.. Hahaha.
Selamat Sore.
Hari Minggu, yang sendu..
Dipertengahan Oktober ini ya..
Kalian semua pasti pernah yang namanya Jatuh Cinta.
Mencintai seseorang, apalagi lawan Jenis. Yang nantinya bisa jadi Pacar, Tunangan, Pendamping hidup atau cuman nge-stuck di Gebetan.
Kadang, jatuh cinta itu indah. Ya kalau rasanya dapet balasan yang sama; Dicintai.
Kalau enggak? Ada yang mencinta dalam diam, terus mengagumi tanpa menunjukan, ada yg menunjukan ditemani rasa harap dan ada yang menyerah.
Pernah jatuh cinta di keadaan yg Salah?
Misal, di waktu yang salah. Di tempat yang salah. Semuanya jadi satu, keadaan yang salah.
Maksudnya?
Mencinta seseorang yang sudah dimiliki orang lain.
Mencintai orang lain disaat kamu berstatus punya pacar.
Jatuh cinta disaat jauh.
Suka sama sahabat sendiri, bahkan ada yang sama sodara sendiri.
Dan berbagai macam contoh lainnya..
Terus kalau begitu? Siapa atau apa yang harus disalahkan?
Ini beberapa ceritanya. Sebut aja, Saya sebagai ceweknya. Dia sebagai cowoknya.
(Dikutip dari cerita tetangga ya).
Pernah yg namanya jatuh cinta di waktu yg salah.
a). Saat sudah memiliki, namun mencintai yang lain
Jadi waktu itu, saya udah ada yang punya. Kasarnya begitu. Kira-kira jalan 2tahun cerita cinta itu tertulis. Dan terus berjalan begitu indahnya. Namun takdir berkata lain. Dia, yang selalu setia menemani selalu sabar mendampingi, saya sakiti.. Saya mencintai yang lain. Dan saat itu saya main belakang. Tanpa menceritakan apa yg terjadi dan apa yg sebenarnya saya rasa. Cerita jahat itu tertulis tidak terlalu lama. Seperti kata orang-orang, "Yang kedua itu selalu datang tepat waktu. Disaat jenuh atau disaat sedang butuh." Ya, saya merasakannya. Dia datang tanpa diduga dan diundang. Namun benar, disaat saya sedang butuh. Kasarnya, saat dia lagi ga ada, yang kedua ini dateng. Gitu, sih.
Ceritanya ga berjalan mulus, ga langgeng juga. Dan saya pun ga mengakhiri cerita saya dan dia. Karena bagaimanapun, yang kedua itu selalu ada. Namun tidak pernah bisa mengalahkan yang pertama.
Ah, masa sih? Banyak yang malah ninggalin yg pertama demi yg kedua, kok.
Iya, emang banyak.. Tapi, banyak juga yang nyesel pada akhirnya. Jadi? Semuanya kembali ke kalian yg merasakan.. :)
b). Saat sangat mencintai, namun diselingkuhi
Kalau yang ini, begini ceritanya.. Saya pernah sangat mencintai seseorang yg menurut saya sangat sempurna, pada saat itu. Semua yang saya idamkan dalam kriteria cowok, ada di dia.. Seseorang yang sudah berhasil mengambil hati saya..
Cerita cinta yang indah itu tidak se-sempurna wujudnya, saya harus mengakhirinya karena cerita ini..
Dia mencintai wanita lain, dan memilih untuk pergi..
Walau setelah cerita kita berakhir, ia tidak menjadikan wanita itu pengganti saya di status Pacarnya.. Namun, dia benar mencintai yang lain saat saya sibuk menulis cerita indah kita..
Saya mengetahui cerita atau rasa yang dia miliki dari mulutnya sendiri. Saat itu juga, dia yg memutuskan untuk pergi. Karena dia mencintai yg lain, dan saya tidak bisa bertahan diatas cerita yang sudah berubah itu..
Rasanya sakit, seperti memilih orang yg salah. Namun tidak menyesal, cerita itu tertulis rapih di buku pengalaman..
c). Saat mencintai seseorang yang sudah dimiliki
Cerita ini. Cerita yang paling menyedihkan.
Mencintai itu indah, jatuh cinta apalagi.. Seperti saat saya jatuh cinta pada dirinya.. Seseorang yg berhasil merebut hati saya, setelah bisa dibilang lama saya tidak merasakan bahagianya jatuh cinta.. Dia datang dengan beribu warna yang indah.. Cerita ini dimulai dengan sebuah senyuman.. Mulai dgn bertukar cerita, canda dan tawa.. Rasa yang mulai tumbuh perlahan, mulai merasa nyaman dan takut kehilangan..
Namun semua berubah menjadi sebuah rasa yang menusuk hati dan jiwa, disaat harus mengetahui keadaan ada.. Dia sudah ada yang punya.
Saat mendengar dan mengetahui satu kalimat itu, seperti menjatuhkan diri kedalam lubang yg sangat dalam. Tak bisa bernafas, tak mampu berteriak apalagi untuk keluar...
Seperti menyakiti diri sendiri, jika terus memilih disini.. Namun cerita berkata seperti itu..
Kasarnya sih jadi Selingkuhan, jadi yang kedua, jadi orang ketiga disuatu hubungan dan banyak juga yg bilang jadi perusak..
Rasanya luar biasa.. Mencintai seseorang yg dengan jelas sudah memiliki alasan kebahagiaannya..
Inti dari semua cerita nya sih cuman satu..
Semua orang memiliki ceritanya tersendiri, untuk mendapatkan satu hal yang semua orang mau ; Kebahagiaan.
Tanpa menyalahkan siapa atau apa, saat cinta jatuh dikeadaan yang salah.. Yang harus menang saat itu adalah Pikiran, bukan Hati.
Karena pada saat itu Hati menangis dan berkata "Iya, saya siap berada diatas keadaan yg salah" namun Pikiran menggeleng dan berkata "Tidak, yang harus dilakukan adalah melangkah pergi, bukan disini kebahagiaan saya.."
Semua kembali ke satu hal, diri sendiri.
Selamat sore,
feel free to comment!
Xx,
@OzhaHmyr.
Selamat Sore.
Hari Minggu, yang sendu..
Dipertengahan Oktober ini ya..
Kalian semua pasti pernah yang namanya Jatuh Cinta.
Mencintai seseorang, apalagi lawan Jenis. Yang nantinya bisa jadi Pacar, Tunangan, Pendamping hidup atau cuman nge-stuck di Gebetan.
Kadang, jatuh cinta itu indah. Ya kalau rasanya dapet balasan yang sama; Dicintai.
Kalau enggak? Ada yang mencinta dalam diam, terus mengagumi tanpa menunjukan, ada yg menunjukan ditemani rasa harap dan ada yang menyerah.
Pernah jatuh cinta di keadaan yg Salah?
Misal, di waktu yang salah. Di tempat yang salah. Semuanya jadi satu, keadaan yang salah.
Maksudnya?
Mencinta seseorang yang sudah dimiliki orang lain.
Mencintai orang lain disaat kamu berstatus punya pacar.
Jatuh cinta disaat jauh.
Suka sama sahabat sendiri, bahkan ada yang sama sodara sendiri.
Dan berbagai macam contoh lainnya..
Terus kalau begitu? Siapa atau apa yang harus disalahkan?
Ini beberapa ceritanya. Sebut aja, Saya sebagai ceweknya. Dia sebagai cowoknya.
(Dikutip dari cerita tetangga ya).
Pernah yg namanya jatuh cinta di waktu yg salah.
a). Saat sudah memiliki, namun mencintai yang lain
Jadi waktu itu, saya udah ada yang punya. Kasarnya begitu. Kira-kira jalan 2tahun cerita cinta itu tertulis. Dan terus berjalan begitu indahnya. Namun takdir berkata lain. Dia, yang selalu setia menemani selalu sabar mendampingi, saya sakiti.. Saya mencintai yang lain. Dan saat itu saya main belakang. Tanpa menceritakan apa yg terjadi dan apa yg sebenarnya saya rasa. Cerita jahat itu tertulis tidak terlalu lama. Seperti kata orang-orang, "Yang kedua itu selalu datang tepat waktu. Disaat jenuh atau disaat sedang butuh." Ya, saya merasakannya. Dia datang tanpa diduga dan diundang. Namun benar, disaat saya sedang butuh. Kasarnya, saat dia lagi ga ada, yang kedua ini dateng. Gitu, sih.
Ceritanya ga berjalan mulus, ga langgeng juga. Dan saya pun ga mengakhiri cerita saya dan dia. Karena bagaimanapun, yang kedua itu selalu ada. Namun tidak pernah bisa mengalahkan yang pertama.
Ah, masa sih? Banyak yang malah ninggalin yg pertama demi yg kedua, kok.
Iya, emang banyak.. Tapi, banyak juga yang nyesel pada akhirnya. Jadi? Semuanya kembali ke kalian yg merasakan.. :)
b). Saat sangat mencintai, namun diselingkuhi
Kalau yang ini, begini ceritanya.. Saya pernah sangat mencintai seseorang yg menurut saya sangat sempurna, pada saat itu. Semua yang saya idamkan dalam kriteria cowok, ada di dia.. Seseorang yang sudah berhasil mengambil hati saya..
Cerita cinta yang indah itu tidak se-sempurna wujudnya, saya harus mengakhirinya karena cerita ini..
Dia mencintai wanita lain, dan memilih untuk pergi..
Walau setelah cerita kita berakhir, ia tidak menjadikan wanita itu pengganti saya di status Pacarnya.. Namun, dia benar mencintai yang lain saat saya sibuk menulis cerita indah kita..
Saya mengetahui cerita atau rasa yang dia miliki dari mulutnya sendiri. Saat itu juga, dia yg memutuskan untuk pergi. Karena dia mencintai yg lain, dan saya tidak bisa bertahan diatas cerita yang sudah berubah itu..
Rasanya sakit, seperti memilih orang yg salah. Namun tidak menyesal, cerita itu tertulis rapih di buku pengalaman..
c). Saat mencintai seseorang yang sudah dimiliki
Cerita ini. Cerita yang paling menyedihkan.
Mencintai itu indah, jatuh cinta apalagi.. Seperti saat saya jatuh cinta pada dirinya.. Seseorang yg berhasil merebut hati saya, setelah bisa dibilang lama saya tidak merasakan bahagianya jatuh cinta.. Dia datang dengan beribu warna yang indah.. Cerita ini dimulai dengan sebuah senyuman.. Mulai dgn bertukar cerita, canda dan tawa.. Rasa yang mulai tumbuh perlahan, mulai merasa nyaman dan takut kehilangan..
Namun semua berubah menjadi sebuah rasa yang menusuk hati dan jiwa, disaat harus mengetahui keadaan ada.. Dia sudah ada yang punya.
Saat mendengar dan mengetahui satu kalimat itu, seperti menjatuhkan diri kedalam lubang yg sangat dalam. Tak bisa bernafas, tak mampu berteriak apalagi untuk keluar...
Seperti menyakiti diri sendiri, jika terus memilih disini.. Namun cerita berkata seperti itu..
Kasarnya sih jadi Selingkuhan, jadi yang kedua, jadi orang ketiga disuatu hubungan dan banyak juga yg bilang jadi perusak..
Rasanya luar biasa.. Mencintai seseorang yg dengan jelas sudah memiliki alasan kebahagiaannya..
Inti dari semua cerita nya sih cuman satu..
Semua orang memiliki ceritanya tersendiri, untuk mendapatkan satu hal yang semua orang mau ; Kebahagiaan.
Tanpa menyalahkan siapa atau apa, saat cinta jatuh dikeadaan yang salah.. Yang harus menang saat itu adalah Pikiran, bukan Hati.
Karena pada saat itu Hati menangis dan berkata "Iya, saya siap berada diatas keadaan yg salah" namun Pikiran menggeleng dan berkata "Tidak, yang harus dilakukan adalah melangkah pergi, bukan disini kebahagiaan saya.."
Semua kembali ke satu hal, diri sendiri.
Selamat sore,
feel free to comment!
Xx,
@OzhaHmyr.
Comments
Post a Comment