Aku Tidak Punya Apapun, Kecuali Sang Mulia.
Aku tidak punya apapun. Hanya Sang Mulia yang mau mendengar semua ocehanku. Keluhanku tentang sakitnya hati ini, air mata yang tak kunjung berhenti hanya untuk mengharapkan semua kembali, mata yang tak ingin terlelap karena masih menantikan harapan. Aku ingin kau kembali. Namun bukan dengan keadaanmu yang begini. Keadaanmu harus kau ganti. Hanya untukku. Ya, mengapa? Kau tidak terima? Berapa lama aku menerima semua keinginanmu hanya untuk tetap berada dibelakangmu? Sekarang? Aku hanya ingin satu hal dan kau tidak mau melakukannya? Yang Mulia, apakah aku bisa melihatnya kembali sedekat ranting dan daun hidup bersama? Menghirup wangi tubuhnya yang segar, bagaikan bunga ditaman bunga? Berada disela jarinya seperti anak ayam yang tidak ingin lepas dari ibunya? Merasakan cintanya yang murni semurni air yang mengalir di pegunungan. Jika harus aku melihatnya bahagia dan bukan aku alasannya. Aku mohon beri kesempatan untuk dia membahagiakan ku, sekali saja. Sebelum tubuh dan jiwanya dimiliki w...